Kesepuluh, Waktu datangya Shalat Jumat


Redaksi Hadits:
حَدَّثَنَا سُرَيْجُ بْنُ النُّعْمَانِ قَالَ حَدَّثَنَا فُلَيْحُ بْنُ سُلَيْمَانَ عَنْ عُثْمَانَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عُثْمَانَ التَّيْمِيِّ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُصَلِّي الْجُمُعَةَ حِينَ تَمِيلُ الشَّمْسُ
Terjemah Hadits:
Telah menceritakan kepada kami Suraij bin An Nu'man berkata, telah menceritakan kepada kami Fulaih bin Sulaiman dari 'Utsman bin 'Abdurrahman bin 'Utsman At Taimi dari Anas bin Malik radliallahu 'anhu, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melaksanakan shalat Jum'at ketika matahari sudah tergelincir. HR. Bukhari
Takhrij Hadits:
  1. Musnad Ahmad, Musnad al-Mukatstsariina min al-Shahabah, Musnad Anas bin Malik, hadits no. 12299
  2. Sunan at-Tirmidzi, Abwab al-Jumu’at, Bab Maa Jaa a fii Waqti al-Jumu’at, hadits no. 503

Mutiara Hadits:
  • Tergelincir yaitu turunnya dari tengah-tengah langit, setelah diamnya pada tegaknya tengah hari, dan ini dijadikan patokan pelaksanaan shalat Jum’at
  • Ini merupakan kebiasaan beliau, namun terkadang beliau pun mengkahirkannya, seperti ketika beliau ditanya tentang waktu-waktu shalat, kemudian pada perang khandak dan yang lainnya.

Wa a-Lahu A'lam bi al-Shawwab.

Komentar