Redaksi Hadits:
و
حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ الْقَوَارِيرِيُّ وَأَبُو كَامِلٍ
الْجَحْدَرِيُّ جَمِيعًا عَنْ خَالِدٍ قَالَ أَبُو كَامِلٍ حَدَّثَنَا خَالِدُ
بْنُ الْحَارِثِ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْطُبُ يَوْمَ
الْجُمُعَةِ قَائِمًا ثُمَّ يَجْلِسُ ثُمَّ يَقُومُ قَالَ كَمَا يَفْعَلُونَ
الْيَوْمَ
Terjemah Hadits:
Dan telah menceritakan kepada kami Ubaidullah bin Umar Al Qawariri dan Abu Kamil Al Jahdari semuanya dari Khalid - Abu Kamil berkata- telah menceritakan kepada kami Khalid bin Harits telah menceritakan kepada kami Ubaidullah dari Nafi' dari Ibnu Umar ia berkata; Adalah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkhutbah pada hari Jum'at dengan berdiri kemudian beliau duduk dan berdiri lagi. Ibnu Umar berkata; Persis seperti yang dilakukan orang-orang pada hari ini.
Takhrij Hadits:
Dan telah menceritakan kepada kami Ubaidullah bin Umar Al Qawariri dan Abu Kamil Al Jahdari semuanya dari Khalid - Abu Kamil berkata- telah menceritakan kepada kami Khalid bin Harits telah menceritakan kepada kami Ubaidullah dari Nafi' dari Ibnu Umar ia berkata; Adalah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkhutbah pada hari Jum'at dengan berdiri kemudian beliau duduk dan berdiri lagi. Ibnu Umar berkata; Persis seperti yang dilakukan orang-orang pada hari ini.
Takhrij Hadits:
- Musnad Ahmad, Musnad al-Mukatstsirin Min al-Shahabat, musnad Abdullah Ibn Umar, hadits no. 4919, 5726
- Sunan ad-Darimiy, Kitab al-Shalat, Bab al-Qu’ud baina al-Khuthbatain, hadits no. 1599
- Shahih al-Bukhari, Kitab al-Jumu’at, Bab al-Khuthbatu Qaaiman, hadits no. 920,
- Shahih al-Bukhari, Kitab al-Jumu’at, Bab al-Qa’dati Baina al-Khuthbatain Yauma al-Jumu’at, hadits no. 928
- Sunan Ibnu Majah, Kitab Iqamat al-Shalat wa al-Sunnatu Fiiha, Bab Maa Jaa a Fii Khuthbati Yauma al-Jumu’at, hadits no, 1103
- Sunan Abi Daud, Tafri’ Abwaab al-Jumu;at, Bab al-Julus Idza Sha’ida al-Minbari, hadits no. 1092
- Sunan at-Tirmidzi, Abwaab al-Jumu’at, Bab Maa Jaa a Fii al-Juluus baina al-Kuthbatain, hadits no.506
- Sunan an-Nasaaiy, Kitab al-Jumu;at, Bab al-Fashli baina al-Khuthbataini bi al-Juluus, hadits no. 1416
- Shahih Ibnu Khuzaimah, Kitab al-Jumu’at.., Bab Dzikri ‘Adadi al-Khuthbati Yauma al-Jumu’ati, wa al-Jilsati baina al-Khuthbatain,.. hadits no.1781
- Sunan ad-Daruquthny, Kitab al-Jumu’at, Bab Shalat al-Jumu’at Qabla Nishfi al-Nahar, hadits no. 1630
Mutiara Hadits:
- Hadits ini menjadi dalil bagi Madzhab Syafi’i dan kebanyakannya, bahwa sanya khuthbah jum’at tidak sah, jika tidak berdiri dalam dua khutbah. Serta tidak sah, sehingga ia duduk diantara keduanya, serta shalat jum’at tidak sah, jika tidak dengan dua khuthbah.
- Al-Qadi Iyad berkata, berpendapat keumuman Ulama untuk mensyaratkan adanya dua khutbah untuk sahnya shalat jum’at.
- Imam Abu Hanifah, Malik dan Jumhur Ulama berpendapat bahwasanya duduk diantara dua khuthbah merupakan sunnat, bukan suatu kewajiban dan tidak termasuk syarat shalat jum’at. Sedangkan imam Syafi’i berpendapat bahwasanya itu merupakan kewajiban, dan syarat sahnya shalat jum’at, dengan berlandaskan dalil “Shalatlah kalian, sebagaimana melihat aku shalat”.
Wa a-Lahu A'lam
bi al-Shawwab.
Komentar
Posting Komentar