Ketiga, Hari Jum’at merupakan Waktu dimana Do’a-do’a menjadi sangat Mustajab

Redaksi Hadits:

دَّثَنَا زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ عَنْ مُحَمَّدٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ أَبُو الْقَاسِمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ فِي الْجُمُعَةِ لَسَاعَةً لَا يُوَافِقُهَا مُسْلِمٌ قَائِمٌ يُصَلِّي يَسْأَلُ اللَّهَ خَيْرًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ وَقَالَ بِيَدِهِ يُقَلِّلُهَا يُزَهِّدُهَا
Terjemah Hadits:
Telah menceritakan kepada kami Zuhair bin Harb telah menceritakan kepada kami Isma'il bin Ibrahim telah menceritakan kepada kami Ayyub dari Muhammad dari Abu Hurairah ia berkata; Abul Qasim shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya pada hari Jum'at terdapat satu waktu, tidaklah seorang mukmin mendapati saat itu dengan berdo'a, memohon kebaikan kepada Allah, kecuali Allah akan mengabulkan permohonannya." Kemudian beliau memberikan isyarat dengan tangannya, yakni mempersempitnya. HR. Muslim

Takhrij Hadits:
  1. Musnad Ahmad, Kitab Musnad al-Mukatstsirina Min al-Shahabat, Bab Musnad Abi Hurairah, hadits no. 7823, 7824
  2. Musnad Ahmad, Kitab Musnad al-Mukatstsirina Min al-Shahabat, Bab Musnad Abi Hurairah, hadits no. 10465
  3. Sunan ad-Darimiy, Kitab al-Shalat, Bab al-Sa’atu al-LatiTudzkaru fii al-Jumu’at, hadits no. 1610
  4. Shahih al-Bukhari, Kitab al-Jumu’at, Bab al-Sa’atu fii Yaumi al-Jumu’at, hadits no. 935
  5. Shahih al-Bukhari, Kitab al-Thalaq, Bab al-Isyarat fii al-Thalaq wa al-Umur, hadits no. 5294
  6. Shahih Muslim, Kitab al-Jumu’at, Bab fii al-Saa’at al-Lati fii Yaumi al-Jumu’at, hadits no. 852
  7. Sunan Ibnu Majah, Kitab Kitab Iqamat al-Shalat wa al-Sunnah Fiiha, Bab Maa Jaa’ a fii al-Saa’at al-Lati Turja fii al-Jumu’at, hadits no. 1137
  8. Sunan an-Nasaa’iy, Kitab al-Jumu’at, Bab Dzikru al-Saa’at al-Lati Yustajaabu Fiiha al-Du’aa Yauma al-Jumu’at, hadits no. 1431, 1432


Mutiara Hadits:
  • Seseorang yang melaksanakan sholat kemudian meminta sesuatu kepada Allah merupakan sifat seorang muslim, yang diekspresikan lewat shalat tersebut tanpa secara kebetulan,
  • Tentang waktu yang dimaksud dalam hadits tersbuet bahwasanya terdapat dua artian, pertama saat khatib duduk diatas mimbar, sedang yang kedua yaitu setelah Ashar hingga terbenamnya matahari,
  • Hari Jum’at merupakan salah satu waktu, dimana seorang hamba akan dikabulkan do’anya.


Wa a-Lahu A'lam bi al-Shawwab.

Komentar