Keempat, Surat yang dibaca pada Shalat Subuh di hari Jum’at.


Redaksi Hadits:
حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ سَعْدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ هُوَ ابْنُ هُرْمُزَ الأَعْرَجُ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: «كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْرَأُ فِي الجُمُعَةِ فِي صَلاَةِ الفَجْرِ الم تَنْزِيلُ السَّجْدَةَ، وَهَلْ أَتَى عَلَى الإِنْسَانِ حِينٌ مِنَ الدَّهْرِ»
Terjemah Hadits:
Telah menceritakan kepada kami Abu Nu'aim berkata, telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Sa'd bin Ibrahim dari 'Abdurrahman -yaitu Ibnu Hurmuz Al A'raj dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dalam shalat Fajar membaca: "ALIF LAAM MIIM TANZIIL (Surah As Sajadah), dan 'HAL ATAA 'ALAL INSAANI HIINUM MINAD DAHRI (Surah Al Insaan)." HR. Bukhari.
Takhrij Hadits:
Musnad Ahmad, Kitab Musnad al-Mukatstirin Min al-Shahabat, Bab Musnad Abi Hurairah, hadits no. 9561,
Musnad Ahmad, Kitab Musnad al-Mukatstirin Min al-Shahabat, Bab Musnad Abi Hurairah, hadits no. 9561,
Sunan ad-Darimiy, Kitab al-Shalat, Bab al-Qira’ at fii Shalat al-Fajri Yaumi al-Jumu’at, hadits no. 1583
Shahih Muslim, Kitab al-Jumu’at, Bab Maa Yaqra’ fii Yaumi al-Jumu’at, hadits no. 880
Sunan Ibnu Majah, Kitab Iqamat al-Shalat wa al-Sunnah Fiiha, Bab al-Qira’ at fii Shalat al-Fajri Yaumi al-Jumu’at, hadits no. 823
Sunan an-Nasaaiy, Kitab al-Iftitah, Bab al-Qira’at fii al-Subhi Yaumi al-Jumu’at, hadits no. 955
Mustakhraj Abi ‘Awanah, Kitab al-Istisqaa’ i, Bab Bayaan al-Surat al-Lati Taqra’ Yauma al-Jumu’at fii al-Shalat al-Fajri. Hadits no. 2553
Mutiara Hadits:
  • Rasulullah senantiasa mendawankan membaca kedua surat ini pada shalat subuh, setiap hari Jum’at,
  • Para ulama berbeda pendapat tentang pengkhusunan membaca surat tertentu pada shalat tertentu:

a. Sebagian ulama menghukumi makruh, sebagai mana pendapat Abu Hanifah dan Malik,

b.  Sedangkan sebagiannya lagi tidak memakruhkannya, namun lebih menganggapnya sebagai suatu hal yang dianjurkan, ini pendapat sebagian besar ulama, seperti: al-Tsauri, Syafi’i, Ahmad, Ishaq, Ibnu Syaibah, Sulaiman bin Daud al-Hasyimi, al-Jawzjaniy dan ulama hadits yang lain.
  • Menjadi kebiasaan masyarakat madinah pada umumnya, membaca kedua surat ini setiap subuh di hari Jum’at.

Wa a-Lahu A'lam bi al-Shawwab.

Komentar